Parodi Lukisan Terkenal Oleh Chris Dan Francesco

Chris dan Francesco adalah dua seniman yang gemar membuat parodi dari berbagai lukisan kuno yang terkenal dengan gaya mereka sendiri. Untuk informasi lebih detail silahkan akses situs resmi mereka: foolsdoart.squarespace.com

Berikut adalah beberapa karya parodi mereka:

1. American Gothic by Grant Wood - Tahun 1930

American Gothic adalah sebuah lukisan karya Grant Wood yang ada dalam koleksi Art Institute of Chicago. Inspirasi Wood berasal dari apa yang sekarang dikenal sebagai American Gothic House. Lukisan menunjukkan seorang petani berdiri di samping putrinya yang merupakan perawan tua. Wanita dalam lukisan tersebut mengenakan celemek khas abad ke-19. Adapun garpu rumput yang dipegang pria itu melambangkan kerja keras.

Parodi

2. Napoleon Crossing The Alps - Tahun 1801-1805

Satu dekade setelah revolusi, Perancis berada dalam teror dan ketidakpastian. Tetapi negara ini muncul sebagai kekuatan besar beberapa tahun kemudian. Sumber kebangkitan ini adalah Jenderal Napoleon Bonaparte yang pada tahun 1799 mengadakan pemberontakan terhadap pemerintahan revolusioner, menempatkan dirinya sebagai Konsul Pertama, dan efektif menjadi orang yang paling berkuasa di Perancis.

Pada bulan Mei 1800 ia memimpin pasukannya melintasi Alpen dalam perjalanan militer melawan Austria. Napoleon dan pasukannya berhasil mengalahkan pasukan Austria pada bulan Juni dalam Pertempuran Marengo. Lukisan ini dimaksudkan untuk memperingati prestasi tersebut atas permintaan Charles IV, Raja Spanyol, untuk dipajang di sebuah galeri lukisan yang bertempat di Royal Palace di Madrid.

Parodi

3. The Nigtmare by Henry Fuseli - Tahun 1781

The Nightmare adalah lukisan karya seniman Anglo Swiss Henry Fuseli (1741-1825). Setelah pameran pertama pada tahun 1782 di Royal Academy of London, lukisan tersebut menjadi terkenal, bahkan lukisan tersebut dibuat dalam tiga versi berbeda.

Penafsiran lukisan ini bervariasi. Lukisan tersebut tampaknya menggambarkan seorang wanita yang mengalami mimpi buruk. Setan dan kepala kuda mengacu pada keyakinan kontemporer dan cerita rakyat tentang mimpi buruk. Kritikan muncul karena lukisan tersebut menggambarkan seksualitas terbuka. Beberapa cendekiawan menafsirkan hal tersebut sebagai antisipasi gagasan Freud tentang alam bawah sadar.

Parodi

4. The Life of a Hunter by Arthur Fitzwilliam - Tahun 1856

Lukisan ini menggambarkan apa yang kita kenal dengan "survival of the fittest," yang terkuat yang akan bertahan. Kata ini digunakan pertama kali oleh Herbert Spencer, dan kemudian diteruskan oleh Charles Darwin. Dalam gambar ini, beruang digambarkan akan mencabik pria yang ada di depannya. Kemungkinan besar beruang itu yang akan mati. Hal ini karena manusia kedua, pemburu dengan senapan, siap menyelamatkan nyawa temannya itu. Lukisan tersebut memberi pelajaran penting bahwa teknologi dan kecerdasan manusia memberikan kita keuntungan untuk bertahan hidup di dunia binatang, meskipun dengan cara yang tidak adil.

Parodi

5. Mona Lisa by Leonardo da Vinci - Tahun 1503-1517

Mona Lisa (La Gioconda dalam bahasa Italia; La Joconde dalam bahasa Perancis) adalah lukisan karya seniman Italia Leonardo da Vinci. Lukisan ini dianggap sebagai potret Lisa Gherardini, istri Francesco del Giocondo. Raja Francis I dari Perancis mengambil alih lukisan ini dan sekarang milik Republik Perancis, dipajang permanen di museum The Louvre di Paris sejak 1797.

Parodi

Lukisan Kuno Karakter Opera Peking Pada Akhir Abad Pertengahan

Opera Peking atau Beijing opera adalah bentuk teater tradisional Cina yang menggabungkan nyanyian, dialog, tarian, dan seni bela diri untuk mewakili cerita atau menggambarkan karakter dan perasaan mereka seperti sukacita, kemarahan, kesedihan, kebahagiaan, kejutan dan ketakutan. Ini muncul pada akhir abad ke-18 dan telah sepenuhnya dikembangkan pada pertengahan abad ke-19. Dalam Pertunjukan, pemain menggunakan kostum yang rumit dan berwarna-warni. Mereka melakukan gerakan yang simbolis dan sugestif, daripada realistis.

Album of 100 Portraits of Personages from Chinese Opera

Period: Qing dynasty (1644–1911)
Date: late 19th–early 20th century
Culture: China
Medium: Album of fifty leaves; ink, color, and gold on silk
Artist: Unidentified





Opera Peking menyajikan drama dan tokoh terutama dengan menanamkan empat metode artistik: menyanyi, dialog, menari dan seni bela diri. Menyanyi digunakan untuk mengintensifkan daya tarik seni dengan segala macam nada. Dialog digunakan untuk melengkapi nyanyian yang penuh sensasi musik dan irama. Menari mengacu pada gerakan tubuh yang membutuhkan keterampilan tinggi dalam melakukannya. Seni bela diri adalah kombinasi dan transformasi bela diri kuno dengan tarian.





Pemeran utama dalam opera Peking dibagi menjadi tiga:

Sheng: Ini adalah nama umum dari karakter laki-laki dan terdiri dari Lao Sheng dan Xiao Sheng. Lao Sheng mengacu pada pria paruh baya dengan jenggot. Xiao Sheng berarti pemuda tanpa jenggot.

Dan: Ini adalah Nama umum untuk karakter wanita dan terdiri dari Zhengdan, Huadan, Laodan, Wudan. Zhengdan juga disebut 'Qingyi', yang memainkan bagian dari wanita paruh baya yang berpikiran dan berperilaku elegan. Huadan merujuk pada gadis kecil yang sering hidup di masyarakat kelas bawah. Laodan mengacu pada wanita senior dan Wudan menunjukkan wanita yang pandai berkelahi.

Jing: Mengacu pada karakter laki-laki dengan penampilan atau kepribadian yang unik. Biasanya, Hidung pemain dilukis dengan pewarna putih, membuat pemain tersebut mudah dikenali.





Lianpu (Lukisan Wajah)

Warna Lianpu bervariasi dengan masing-masing mewakili karakteristik tertentu. Misalnya, merah melambangkan kesetiaan, seperti Guan Yu, seorang jenderal besar selama Tiga Periode Kerajaan (220-280). Hitam menandakan kejujuran dan sifat terus terang, seperti Lord Bao, seorang pejabat selama Dinasti Song Utara (960-1127), atau sifat kekurangajaran, seperti Li Qui, seorang tokoh penting dalam novel terkenal Cina kuno 'All Men Are Brothers. Putih menggambarkan sifat suka membenci dan licik, misalnya Cao Cao, seorang politisi terkenal di akhir Dinasti Han Timur (25-220).





Untuk informasi lebih lanjut, silahkan akses melalui: www.metmuseum.org/collection/the-collection-online/search/51581

Penggambaran Nabi: Barat Vs Timur

Pada tanggal 7 Januari 2015, Perancis mengalami serangan teror oleh Sedikitnya dua pria bersenjata yang menyerbu kantor majalah Charlie Hebdo. Mereka membunuh 17 orang termasuk polisi-Muslim Ahmed Merabet. Menurut keterangan, para pelaku merasa geram dengan publikasi kartun Nabi Muhammad yang dianggap sebagai bentuk penghinaan. Jauh sebelum peristiwa itu terjadi, Charlie Hebdo memang sudah memiliki reputasi buruk terkait kartun yang sangat provokatif dan menjijikkan. Beberapa kartun berikut adalah contohnya [Peringatan: NSFW!]

1. Kartun Yang Menggambarkan Nabi Muhammad Sebagai Sumber Kejahatan


Kartun ini awalnya berasal dari kartun harian Jyllands-Posten - Denmark. Pada tahun 2005, Jyllands-Posten menerbitkan serangkaian kartun Nabi, yang paling provokatif adalah penggambaran Nabi dengan bom di surbannya. Umat Islam bereaksi, Kerusuhan pecah, termasuk aksi pembakaran bendera Denmark. Kegilaan bertambah ketika tim Charlie Hebdo memutuskan untuk mencetak ulang kartun tersebut sebagai bentuk solidaritas.

Sebenarnya bukan hanya Charlie Hebdo yang menerbitkan kartun yang bersifat penghinaan. Di Yordania, sebuah surat kabar mingguan juga menerbitkan kartun Nabi dengan judul "Be Reasonable." hanya saja, Charlie Hebdo lebih populer dan mendapat semua perhatian pers. Masjid Agung Paris (yang telah mengutuk serangan baru-baru ini) dan Persatuan Organisasi Islam Perancis menggugat masalah ini, dan kasus ini dibawa ke pengadilan. Kartun tersebut dianggap bisa menyulut kekerasan rasial di Perancis. Ketika persidangan berlangsung, ada oknum yang melakukan tindakan tidak terpuji dengan menyiram 50 kuburan Muslim menggunakan darah babi.

Pada akhirnya, Charlie Hebdo yang menang dan mereka dibebaskan berdasarkan hukum kebebasan berekspresi di Perancis. Hal ini membuat Charlie Hebdo semakin terkenal, tetapi bukan berarti mereka berhenti dalam membuat karya provokatif.

2. Kartun Yang Menggambarkan Nabi Muhammad Sebagai Editor Charlie Hebdo


Kartun ini dibuat dalam rangka kemenangan partai Islam dalam pemilu di Tunisia, dalam kartun tersebut kata Charlie diparodikan menjadi Charia (shariah/ hukum Islam). Selain parodi kata Charia, karakter yang digambarkan sebagai Nabi mengatakan "100 cambukan jika Anda tidak tertawa!’’. Akibatnya, kantor Charlie Hebdo dirusak dan dibakar habis. Peralatan, gambar, dan inventaris semua habis terbakar. Bersamaan dengan peristiwa tersebut, hacker melancarkan serangan terhadap website resmi Charlie Hebdo dan mengirim pesan kematian kepada tim editorial. Meskipun tidak ada yang tewas, serangan berupa pesan gelap terus berlanjut dengan mengatakan: Hentikan, atau serangan yang lebih buruk akan datang. Pada saat itu, banyak pihak berpikir bahwa Charlie Hebdo akan berhenti. Tetapi kenyataan mengatakan sebaliknya, Charlie Hebdo tidak pernah menghentikan aksinya. Bisa jadi karena mereka merasa terlindungi dengan adanya jaminan hukum kebebasan berekspresi di Perancis.

Jika hanya melihat kedua contoh kartun diatas, kita akan beranggapan seakan-akan Charlie Hebdo hanya memusuhi umat Islam. Tetapi itu tidak benar, kartun berikut akan membuat kita berpikir ulang mengenai identitas Charlie Hebdo sebenarnya.

3. Kartun Yang Melecehkan Otoritas Katolik


Selain Islam, Charlie Hebdo juga memusuhi Katolik. Pada gambar diatas, terlihat sekelompok uskup melakukan sodomi satu sama lain dalam formasi berbentuk lingkaran. Dalam kesempatan lain, para kartunis menggambar Paus Benediktus XVI sebagai mayat berkulit hijau yang menasehati para uskup agar jangan melakukan pedofilia. Atas aksi mereka, liga Katolik telah merilis sebuah pernyataan bahwa Charlie Hebdo telah ‘memprovokasi’ pembantaian dan kematiannya sendiri.

4. Kartun Yang Berkaitan Dengan Isu Pernikahan Gay


Majalah Charlie Hebdo berasal dari kelompok sayap kiri yang sangat liberal. Prinsip utama mereka adalah kesetaraan hak. Ketika otoritas Katolik menolak legalisasi pernikahan gay, majalah ini langsung meresponnya. Diterbitkan pada bulan November 2012, dengan sampul bertuliskan "Mariage Homo". Kartun tersebut memperlihatkan Tuhan disodomi oleh Yesus, sedangkan Yesus sendiri disodomi oleh Roh Kudus yang digambarkan sebagai segitiga yang memiliki mata. Baik pihak Katolik maupun Kristen sudah berusaha agar pernikahan gay tidak disahkan, tetapi mereka kalah. Pernikahan gay akhirnya disahkan, sekali lagi Charlie Hebdo menang.

PENGGAMBARAN NABI DI ABAD PERTENGAHAN

Beberapa kalangan berpendapat bahwa hukum Islam tidak memberikan larangan secara resmi mengenai menggambar Nabi. Jika kita mengecek pada abad pertengahan, kita akan menjumpai beberapa seni peninggalan berupa lukisan yang menggambarkan sosok Nabi Muhammad.

Gambar 1.


Nabi Muhammad duduk di atas tahta, Malaikat diatasnya, dan dikelilingi oleh para Sahabat.
Firdawsi, Shahnama (Book of Kings), kemungkinan wilayah Shiraz, Iran, awal abad ke-14.
Freer / Sackler Museum of Asian Art / Smithsonian Institution

Gambar 2.


Sketsa Nabi Muhammad duduk di atas tahta.
Iran, abad ke-14.
Staatsbibliothek zu Berlin.

Gambar 1 dan gambar 2 ini menunjukkan Nabi sebagai utusan Tuhan dilengkapi dengan wahyu Ilahi melalui Malaikat yang senantiasa melindungi dan menemaninya.

Gambar 3.


Lukisan ini menggambarkan Nabi Muhammad naik unta dan Yesus naik keledai. Keduanya digambarkan sebagai manusia suci dengan adanya tanda lingkaran di kepala mereka.
al-Biruni, al-Athar al-Baqiyya 'an al-Qurun al-Khaliyya (Kronologi bangsa Kuno), Tabriz, Iran, 1307-8.
Perpustakaan Universitas Edinburgh.

Gambar 4.


Nabi Muhammad duduk dengan Nabi Ibrahim di Yerusalem.
anonim, Mi'rajnama (Book of Ascension), Tabriz, Iran, ca. 1317-1330.
Perpustakaan Topkapi Palace.

Lukisan ini didedikasikan untuk menceritakan dan menggambarkan peristiwa (Isra Mi'raj) dari Mekah ke Yerusalem dan selanjutnya terbang ke langit. Nabi Muhammad digambarkan dikelilingi oleh para Nabi terdahulu dan Nabi Ibrahim di sebelahnya ketika beliau duduk di Dome of the Rock di Yerusalem.

Gambar 5.


Nabi Muhammad menerima wahyu di Gunung Hira,
al-Darir, Siyer-i Nebi (The Biography of the Prophet), Istanbul, Ottoman lands, 1595-1596.
Perpustakaan Topkapi Palace.

Setelah abad ke limabelas, perubahan besar dalam representasi Nabi terjadi di kedua wilayah Persia-Syiah dan Sunni-Ottoman. Fitur wajah Nabi menjadi tertutup oleh kain putih sedangkan tubuhnya memancarkan aureole emas. Ottoman Empire merupakan otoritas Islam yang memiliki kedaulatan penuh pada masa itu, tetapi mereka tidak melarang total para seniman dalam menggambar Nabi.

Gambar 6.


Nabi Muhammad ketika berada di Kabah,
al-Darir, Siyer-i Nebi (The Biography of the Prophet), Istanbul, Ottoman lands, 1595-1596.
Perpustakaan Topkapi Palace.

Dalam lukisan ini menggambarkan Nabi Muhammad dan pengikutnya sedang berada di Kabah. Yang menarik adalah adanya patung emas dan penyembah berhala. Tampak bahwa patung emas dan penyembah berhala tersebut telah digosok sehingga visualisasinya tidak terlalu jelas.

Sepertinya kultur sangat berpengaruh terhadap karya yang dihasilkan para seniman. Karya yang dihasilkan Charlie Hebdo lebih ditekankan pada unsur satire - pada akhirnya bisa mengarah pada blasphemy/ melecehkan simbol keagamaan. Adapun karya yang dihasilkan seniman muslim pada abad pertengahan lebih ditekankan pada unsur penghormatan - pada akhirnya bisa mengarah pada kultus individu/ penghormatan secara berlebihan.

PENUTUP

Setelah terjadinya peristiwa penyerangan terhadap kantor Charlie Hebdo, beragam analisis dan teori muncul. Beberapa diantaranya ‘melawan arus’. Salah satunya diungkapkan oleh Jean Marie Le Pendiri Front Kanan Nasional. Menurutnya peristiwa penyerangan terhadap Charlie Hebdo kemungkinan adalah buatan ‘badan intelejen’ yang bekerja secara diam-diam kepada Perancis.

Dalam sebuah wawancara dengan salah satu surat kabar Rusia, Mr Le Pen menganggap bahwa serangan Charlie Hebdo merupakan pekerjaan agen Amerika atau Israel yang berusaha untuk memicu perang antara Islam dan Barat.

Selain Jean Marie Le, analisis lain yang juga 'melawan arus' adalah video yang diungkapkan dalam situs stormcloudsgathering.com

Kontroversi Miss Lebanon Yang Melakukan Selfie Bersama Miss Israel

Saly Greige, kontestan Miss Universe tahun ini dari Lebanon, mendapat kecaman dan kritikan dari publik Lebanon karena aksi photo Selfie bersama dengan Doron Matalon, kontestan dari Israel. Stasiun TV Lebanon Al Jadeed menyindir Greige, bahwa hobi Miss Lebanon tersebut adalah membaca, seharusnya dia juga membaca berita bahwa Israel dan Lebanon adalah musuh. [ Peringatan: NSFW! ]


Israel pernah menduduki bagian dari wilayah Lebanon selama 22 tahun sampai tahun 2000, namun kedua negara secara teknis masih berperang hingga saat ini dan tentara mereka kadang-kadang bertempur sepanjang garis batas yang ditunjuk oleh PBB. Israel terlibat perang berdarah melawan Hizbullah Lebanon pada tahun 2006, yang menewaskan lebih dari 1.200 warga Lebanon, dan sekitar 160 warga Israel.

Dalam akun resmi Facebooknya, Greige melakukan pembelaan sebagai berikut:

"Untuk semua pendukung saya dan warga Lebanon, saya ingin mengucapkan terima kasih atas dukungan Anda mulai dari acara Miss Lebanon hingga kontes Miss Universe. Adapun mengenai photo:

“Sejak hari pertama kedatangan saya mengikuti kontes Miss Universe, saya sangat berhati-hati untuk tidak melakukan komunikasi atau kontak dalam bentuk apapun dengan Miss Israel (yang mencoba beberapa kali agar dapat berphoto dengan saya). Sebenarnya saat itu saya hanya berencana Selfie bersama dengan Miss Jepang dan Miss Slovenia, tiba-tiba Miss Israel ikut bergabung dan melakukan Selfie bersama kami bertiga, kemudian dia mengunggah photo tersebut di akun sosial media. Inilah yang sebenarnya terjadi dan saya berharap tetap mendapat dukungan penuh dalam kontes Miss Universe. "

Sally Greige Bukanlah Yang Pertama 


Kita tidak tahu apakah yang diucapkan Greige jujur atau tidak, tetapi Sally Greige bukanlah Miss Lebanon pertama yang berpose dengan Miss Israel.

Pada tahun 1993, Ghada Turk, Miss Lebanon dalam kontes Miss World, hampir menghadapi dakwaan kejahatan karena berpose dengan Miss Israel Tamara Porat dalam sebuah sesi pemotretan. Ghada Turk tidak berani pulang ke negaranya hingga empat bulan. Miss Lebanon tersebut kembali ke Lebanon setelah suasana dianggap aman. Dia akhirnya dibebaskan setelah dua jam interogasi polisi.

Pada saat itu Reuters melaporkan, "Ghada Turk mengatakan bahwa itu adalah kebetulan bahwa ia berpose bersama Miss Israel karena kontestan disuruh berbaris dalam urutan abjad menurut nama negara mereka untuk sesi pemotretan".

Agak aneh memang alasannya kalau pose tersebut menurut urutan abjad negara para peserta. Kita tahu bahwa antara huruf I (Israel) dan huruf L (Lebanon) masih ada huruf J dan huruf K. Ada beberapa negara yang huruf depannya menggunakan J dan K. Jika kejadian tersebut adalah kebetulan, lalu bagaimana dengan photo ini:


Ini adalah photo yang diambil pada saat kontes Miss World tahun 1955. Sekilas, yang paling mencolok dalam photo tersebut adalah dua kontestan yang melakukan gerakan tarian di atas papan tenis meja. Keduanya masing-masing bernama Maureen Hingert (Miss Ceilon, sekarang Sri Lanka) dan Margaret Rowe (Miss Inggris). Tetapi bukan itu yang menjadi pembahasan kita.

Perhatikan kedua kontestan diantara Hingert dan Rowe. Kita bisa melihat dengan jelas dua kontestan yang terlihat akrab satu sama lain. Ya, keduanya adalah kontestan yang berasal dari Lebanon dan Israel. Masing masing bernama Haniya Bedoun (Miss Lebanon) dan Ilana Carmel (Miss Israel). Berbeda dengan yang dialami oleh Ghada Turk, hampir tidak ada kritikan berarti terhadap Haniya Bedoun. Ini bisa dimaklumi, mengingat pada era tersebut bangsa-bangsa Asia umumnya baru lepas dari penjajahan, sehingga hal seperti itu bisa jadi dianggap tidak penting.

Jika Ghada Turk mengatakan bahwa photo dirinya dengan Tamara Porat hanyalah sebuah kebetulan, kita tidak tahu apakah ada momen lain selain 1993 dan 1955 yang tidak terekspose karena ‘kebetulan’ tidak ada photografer yang melakukan pemotretan.

Pentingnya Memahami Sisi Gelap Dalam Diri Manusia



Ketika Anda masih kecil, apakah Anda takut gelap? Sebagian besar dari kita akan menjawab ya. Dan kita tidak pernah berpikir untuk mempertanyakan rasa takut ini. Kita secara alami merasa takut pada gelap, karena kegelapan penuh dengan hal-hal yang tidak diketahui yang mungkin melukai kita. Tapi apa yang biasanya terjadi ketika Anda menyalakan lampu? Anda baru tahu bahwa hal-hal yang menakutkan dalam kondisi gelap kenyataannya tidak begitu menakutkan ketika kondisi terang.

Kita telah mengasosiasikan kegelapan dengan sesuatu yang menakutkan dan tidak diketahui, dan kita belajar untuk lebih baik tidak berbicara ketika pikiran gelap dan emosi. Menyalakan lampu pada sisi gelap emosional kita tidak semudah seperti menyalakan lampu dalam ruangan. Jadi kita sebisa mungkin menghindari sisi gelap kita. Tapi kegelapan jiwa kita memiliki kehidupan sendiri yang berkembang, terlepas apakah kita mengakuinya atau tidak. Itu ada, dan itu kuat.
Memahami Sisi Gelap (Darkness)


Sisi gelap emosional kita tumbuh seperti pertumbuhan diri kita, dan seiring dengan waktu menjadi bagian bayangan kita. Ini adalah bagian yang tersembunyi dalam diri manusia dan lebih sering mempengaruhi pilihan kita daripada yang kita sadari.

Sebenarnya, banyak upaya manusia untuk menghilangkan -  atau lebih tepatnya menyembunyikan sisi gelap dari diri kita sendiri kepada orang lain. Ini adalah sisi gelap manusia, dimana kita malu dan takut untuk menunjukkan. Tetapi dengan berusaha menyangkal atau menyembunyikannya, kita tidak akan belajar bahwa dalam sisi gelap terletak sebuah kekuatan.

Dengan alasan bahwa sisi gelap kita berasal dari masa lalu, kita telah memutuskan untuk menyembunyikannya tanpa menjelajahi lebih lanjut. Dan pada gilirannya membuat kita jauh dari mengungkapkan jati diri kita yang sebenarnya.

Dalam banyak hal, menyembunyikan sisi gelap kita dapat dianggap sebagai bentuk tertinggi dari pengkhianatan. Dengan menyembunyikan bayangan, kita telah menyatakan bahwa kita tidak layak untuk menunjukkan jati diri kita secara menyeluruh, sehingga mengkhianati diri kita sendiri. Hal ini membuat kita melakukan kerahasiaan, manipulasi, dan kehidupan yang penuh dengan pura-pura karena takut 'ketahuan' sisi gelap kita tersebut.

Seperti disebutkan diawal, sisi gelap kita dapat menunjukkan dirinya sebagai kelemahan atau kekuatan. Sebagaimana ada sisi terang, akan selalu ada sisi gelap. Semakin kita berupaya untuk menghilangkan sisi gelap ini, semakin kita menghadapi gangguan dalam kepribadian kita. Hal ini dapat bermanifestasi dalam bentuk ketergantungan, kecemasan, kegagalan dalam menjalin hubungan atau pekerjaan, atau perilaku lain yang menyebabkan kehancuran diri kita sendiri dan orang lain.

Bayangan atau sisi gelap manusia ibarat luka dalam tubuh kita dan seharusnya memberikan diri kita kesempatan untuk melakukan penyembuhan. Tapi selama kita memilih untuk menutup mata, luka akan terus membusuk dan menyebarkan racun ke dalam hidup kita.

Peluklah Sisi Gelap Anda


Cara untuk mencari terang adalah melalui kegelapan. Apakah kita mengakui atau tidak, sisi gelap dalam diri kita sangat aktif meskipun tersembunyi dan tidak terlihat dari luar. Tapi kita tahu itu ada, terus meminta pengakuan.

Jika sisi gelap kita tidak diakui, kedalaman spiritualitas dan pribadi kita akan terbatas. Kita mulai overidentify melalui persepsi kita sendiri tentang realitas. Hal ini pada gilirannya membentuk kepribadian yang dangkal.

Selama masih menyangkal atau berpura-pura, kita hanya akan membuat pesan yang senantiasa merusak dan menyakiti diri sendiri. Pesan tersebut adalah "Saya tidak ingin terlihat bagian-bagian tertentu dalam kehidupanku dan saya lebih suka menghakimi orang lain untuk menunjukkan apa yang saya pilih dan apa yang saya tolak".

Sisi gelap harus dipenuhi dalam lingkungan yang aman dan tidak ada gangguan. Ketika memastikan bahwa gangguan sudah tidak ada, kita bisa mulai mencari, melihat, dan mengekspresikan apa yang telah disembunyikan dari kesadaran kita. Awalnya, ketika kita memulai hal ini, kita mungkin tidak yakin siapa kita sebenarnya. Tapi ini terjadi karena kita terlalu terbiasa dengan topeng kepalsuan.

Jadi, apakah Anda siap?